Berita

Haul ke-5 Almarhum dr. H.R. Soedarto WW, Sp.OG Bersama UNISM

Universitas Sari Mulia kembali menyelenggarakan kegiatan Haul ke-5 Almarhum dr. H.R. Soedarto WW, Sp.OG pada Rabu, 25 Februari 2026 (7 Ramadan 1447 H), bertempat di Aula Gedung A. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Kebidanan, untuk meneladani dedikasi Almarhum dalam dunia kesehatan dan pendidikan.

Almarhum dikenal sebagai sosok visioner di bidang kesehatan, khususnya dalam pelayanan obstetri dan ginekologi, serta memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan tenaga kesehatan di Kalimantan Selatan. Sebagai Rektor pertama Universitas Sari Mulia dan pendiri Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin, beliau telah meletakkan fondasi penting bagi lahirnya tenaga kesehatan profesional, termasuk bidan yang kompeten dan beretika.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan Habsy yang menambah suasana religius, kemudian dilanjutkan dengan penampilan madihin oleh mahasiswa sebagai bentuk ekspresi seni sekaligus penghormatan terhadap jasa Almarhum. Acara resmi dibuka dengan pemutaran video yang mengulas perjalanan hidup dan nilai-nilai keteladanan beliau dalam pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlilan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sari Mulia, Assoc. Prof. Dr. Hj. RR. Dwi Sogi Sri Redjeki, menyampaikan pentingnya menanamkan semangat pengabdian dan profesionalisme kepada mahasiswa, khususnya di bidang kebidanan, sebagai bagian dari warisan nilai yang ditinggalkan Almarhum.

Ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Sakerani memberikan penguatan spiritual, mengajak seluruh peserta untuk meneladani keikhlasan dan dedikasi dalam menjalankan profesi di bidang kesehatan. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Sari Mulia tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan nilai spiritual dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada masyarakat. Haul ini menjadi pengingat bahwa profesi bidan tidak hanya tentang kompetensi, tetapi juga pengabdian yang dilandasi nilai kemanusiaan dan keikhlasan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *